TALENTA ORGANIZER

Art Dealers & Management

Upcoming Exhibition

Pameran Seni Rupa, Plaza Indonesia- Agustus 2018

ENERGI SENI

Catatan Kuratorial: Suwarno Wisetrotomo


Kata ‘energi’ juga bermakna daya, kekuatan, gairah, vitalitas, elan, spirit, atau gairah. Ia melibatkan yang fisik dan non-fisik. Yang fisik terkait dengan kekuatan yang bisa diukur dan terukur. Jika melampaui batas, maka berdampak negatif pada raga. Kemudian yang non-fisik, seringkali tampak tak terbatas, tanpa tepi, dan terasa liar. Semakin melampaui batas, semakin menemukan daya (sebutlah semacam ide-ide, terkait isi, bentuk, dan fungsi) yang tak terduga.


Demikianlah proses kreatif berpikir dan berkarya seni yang melibatkan seluruh daya; daya nalar, daya renung, dan daya artistik. Berkesenian, tak bisa tidak, harus mengerahkan seluruh daya, agar produk karya seni memiliki dua energi yang menyatu, yakni daya pukau dan sekaligus daya ganggu. Pencapaian semacam ini, sekali lagi, hanya mungkin terjadi jika seniman bertumpu pada nalar, kepekaan jiwa, dan kepiawaian artistik. Ketiganya bukan kebetulan, juga bukan jatuh dari langit, tetapi buah dari upaya yang tak kenal menyerah.


Karya seni yang memesona secara visual, dan mengganggu secara isi dan pesannya, dapat dikatakan sebagai karya yang memancarkan energi positif bagi penontonnya. Energi positif ini penting, karena seni memang menjadi medium yang sangat efektif untuk membangun pengertian antar manusia. Seni semestinya berada di atas banyak persoalan; isu suku, agama, ras/etnik, ideologi, politik, misalnya, akan menemukan “ruang pertemuan dan ruang dialog” melalui karya seni. Seperti halnya bidang olah raga, dunia seni juga sangat memerlukan sikap sportif. Semua pendapat harus disertai dengan argumentasi yang jelas dan kuat, sehingga perbedaan apapun yang muncul, tetap harus bersikap saling menghargai. Karena memang, tak ada makna seni yang tunggal dan absolut.


Peristiwa Pameran Seni Rupa bertajuk ENERGI SENI dihasratkan untuk menumbuhkan pemahaman seperti itu. Menularkan energi kreatif dan positif merupakan tanggung jawab sosial dan moral setiap individu. Melalui medium karya seni rupa, diseminasi perkara energi seni, menemukan ruangnya yang menarik dan mengundang beragam kemungkinan, khususnya di area pemaknaan seni. Pameran ini diharapkan dapat menghadirkan beragam karya seni rupa yang memancarkan ‘pesona seni’, ‘imaji seni’, ‘mengundang pemaknaan yang beragam’, ‘menumbuhkan semangat dan daya hidup’, dan itulah yang dimaksudkan sebagai “energi seni”. Melalui berbagai karya seni, siapapun kita, akan tersentuh dan tumbuh daya hidup kita dengan lebih manusiawi.


(Suwarno Wisetrotomo / Kurator )